Postingan

UU Ketenagakerjaan Maritim Diharapkan Penuhi Hak-hak Pelaut

Gambar
Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf mengharapkan dengan disahkannya Rancangan Undang-Undang tentang Konvensi Internasional mengenai Ketenagakerjaan Maritim 2006 (Maritime Labour Convention, 2006) secara implementatif dapat memenuhi hak-hak tenaga kerja pelaut. Hal tersebut dia sampaikan saat berpidato di hadapan para Anggota DPR saat Rapat Paripurna DPR RI, ke-6 Kamis (8/9/2016).   "Dengan diratifiksinya  Konvensi Pekerja Migran oleh Indonesia, diharap dapat memperkuat landasan hukum bagi kebijakan nasional dalam meningkatkan sistem perlindungan, penghormatan, dan pemenuhan hak-hak tenaga kerja pelaut yang sifatnya mobile sesuai dengan norma-norma hak asasi manusia," papar Dede.  Dede menjabarkan pokok-pokok yang diatur dalam Konvensi Ketenagakerjaan Maritim 2006, memuat lima pengaturan pokok. Pertama, pengaturan tentang persyaratan minimum ketenagakerjaan sebagai pelaut. Pengaturan ini memuat batasan umur, sertifikasi kesehatan, pelatihan dan kualifik...

Itet Turun Reses, Temukan BPJS Belum Tepat Sasaran

Gambar
Pada hari Rabu, 03 Agustus 2016, jam 09.00 WIB, sebagai wujud dari kepedulian terhadap kondisi kesehatan masyarakat, Itet Tridjajati Sumarijanto,MBA mengadakan kegiatan "Pengobatan Gratis Dengan Masyarakat" bertempat di Desa Raharjo Asri, Kec. Punggur, Kab. Lampung Tengah. Itet, mengajak seluruh masayarakat untuk hidup sehat dengan cara membersihkan lingkungan tempat tinggal, "rumahnya bersi, toiletnya bersih dan saat makan harus cuci tangan". Dan  menyarankan masyarakat untuk menanami sekitaran halaman rumah sayur-sayuran, tomat, cabe dan sejenisnya, "sehingga keluarga dapat asupan vitamin yang sehat, dari lingkungan rumahnya", ujar Itet. "Dan satu lagi lauknya juga mesti diperhatikan, jangan hanya makan tempe tahu aja dari senin sampai dengan minggu, harus variasi, misalnya hari senin tempe, selasa ikan, rabu daging dan seterusnya. biar jangan kolestrol atau darah tinggi", lanjut Itet. Politisi PDI Perjuangan ini juga mengingatka...

Itet:Pembangunan Menciptakan Kemiskinan, Dimana Peranan Kemensos?

Gambar
Anggota DPR RI, Itet Tridjajati Sumarijanto., MBA, Fraksi PDIP, Dapil Lampung II, Komisi VIII DPR RI, mengkritisi pembangunan infrastruktur dan pembangunan lainnya yang berdampak pada kemiskinan. Menurut Itet, "contohnya pembangunan Toll Cikampek-Palimanan (Cipali), dimana pembagunan Toll dengan panjang 116 KM dari Kab. Purwakarta sampai dengan Kab. Cirebon itu telah menyimpan cerita tersendiri". "Bisa kita saksikan di sepanjang jalan Toll ada sekitar 7 Rumah Makan dengan skala besar yang gulung tikar. Lalu, lahan pertanian dan perkebunan, yang dikonservasi jadi jalan Toll. Tentu bisa dilihat berapa banyak bekas karyawan dan petani yang kehilangan pekerjaan dan akhirnya jadi pengangguran, kata Itet". "Intinya pemerintah tidak melihat/memperhitungkan dampak pembangunan dari jalan Toll itu menambah Kemiskinan. Semestinya setiap  pembangunan Kementerian terkait harus melibatkan Kementerian Sosial (Kemensos) disitulah peran Kemensos dibutuhkan, dal...

Itet: Vaksin Palsu Merusak Generasi Muda Harapan Bangsa

Gambar
Anggota DPR RI Itet Tridjajati Sumarijanto.,MBA,  Fraksi PDI Perjuangan, Dapil Lampung II, Komisi VIII, memberi kritikan terkait Vaksin Palsu yang telah beredar luas di masyarakat. Itet meminta peranan mitra kerjanya di Komisi VIII yakni Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP & PA), agar bersama-sama mendorong kementerian/lembaga terkait guna melakukan sidak RS Negeri dan Swasta yang telah menggunakan vaksin palsu. Saya menaruh harapan, buat Kementerian Sosial, khususnya para Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) yang mendampingi para peserta Program Keluarga Harapan (PKH), perlu ikut memeriksa dan meyakinkan bahwa vaksin yang diterima PKH tidak palsu. Artinya pengetahuan TKSK perlu diperluas dalam melaksanakan tugasnya di masyarakat," ucap Itet. Itet mengatakan, "Vakzin Palsu adalah kejahatan kemanusiaan, yang merusak masa depan anak-anak bangsa. Ada indikasi keterlibatan oknum-oknum atau m...

Retaknya Ke-Indonesia-an Kita

Gambar
Sudah menjadi rahasia umum ke-Indonesia-an kita sedang di obok-obok oleh segelintir orang, dari beberapa kelompok radikalisme agama yang mengatasnamakan Tuhan, demi menunjukkan murka terhadap orang yang berbeda dengan mereka. Menurut, hasil penelitian Pusat Study Agama dan Demokrasi (Pusad) Paramadina. Sejak tahun 1990 sampai dengan 2008 tercatat ada 274 kasus kekerasan yang terjadi di Indonesia. Dari jumlah kasus ini, 47,8 persen-nya dilakukan masyarakat sebagai pelaku kekerasan agama; 10,6 persen pelaku kekerasan dari kelompok agama; dan sisanya berupa kasus-kasus lain. Data di atas telah menunjukkan, jiwa nasionalisme di bangsa ini semakin pudar. Hal ini ditandai atas sikap anti perbedaan, yang ditunjukkan secara vulgar dan sangat ekstrim. Apalagi, sejak runtuhnya rezim orde baru, dan Indonesia menganut sistem demokrasi, maka mereka lebih leluasa berlaku sesuka hati dan bertindak tanpa nurani. Kebrutalan mereka memuncak pada keberadaan Ideologi Pancasila sebagai alat pemer...

Pengusaha Muda Dengan Es Bidadarinya Di Kota Jambi

Gambar
Memasuki Era Globalisasi dengan hadirnya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) telah menunjukan bahwa Pengusaha Indonesia harus siap menghadapi Perubahan Ekonomi. Masuknya Produk dan SDM dari Negara Tetangga dapat dikatakan bahwa Pengusaha Indonesia harus Mampu bersaing dengan menunjukan Kreatif dan Inovasi secara terus-menerus. Banyak pengusaha – pengusaha muda yang terlibat dalam membangun ekonomi kreatif seperti di Kota Jambi. Saat ini Usaha kuliner yang menjadi Trend Anak Muda di Kota Jambi adalah ES BIDADARI. Berawal dari sebuah Gerobak, sekarang mampu memiliki 2 cabang dengan Kios sendiri. Kios Es Bidadari yang beralamatkan Taman Remaja Kota Jambi memiliki 12 Karyawan dengan membuka Warung dari Jam 8 Pagi hingga 10 malam. Pemilik Usaha Es Bidadari yaitu Doni Setiawan (29) Tahun 2014 memulai dengan Es Bidadarinya mampu memberikan udara segar bagi Pengusaha Muda lainnya. “Walaupun nama Brand Es Bidadari sedikit aneh, Tetapi di mata Konsumen Brand tersebut UNIK”, ungkap Peng...

Lebih Kenal dan Lebih Dekat Terhadap Perilaku Konsumen

Gambar
Sudah menjadi Trend Bagi Pengusaha atau Marketer di Indonesia ketika efektifitas, efesiensi, dan sangat relevan untuk melihat Perkembangan Teknologi yang menjadi Marketing Modern di dalam mempromosikan Produk dan Jasa. Dalam perkembangannya Pengusaha dan Marketer memasarkan Produk atau jasa melalui Social Media atau komunikasi modern seperti Via Viral, youtube, dll. Tujuannya ialah agar lebih dekat dalam mengenalkan Brand kepada Konsumen. Konsumen merupakan Asset penting bagi perusahaan, maka dalam memulai usaha baru atau usaha yang sedang berjalan perlu melihat Perkembangan Perilaku Konsumen saat ini, karena Pengusaha atau Marketer perlu memperhatikan bahwa pendekatan terhadap Konsumen sebagai bagian terpenting di dalam Usaha. Beberapa Pendekatan yang menjadi masukan bagi Pengusaha atau Marketer untuk melihat segmentasi yaitu Kekuatan Komunitas (MarkPlus), seperti : 1.      Anak Muda (Youth): Pendekatan melalui Conten Marketing In Action Anak muda se...