Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2016

Retaknya Ke-Indonesia-an Kita

Gambar
Sudah menjadi rahasia umum ke-Indonesia-an kita sedang di obok-obok oleh segelintir orang, dari beberapa kelompok radikalisme agama yang mengatasnamakan Tuhan, demi menunjukkan murka terhadap orang yang berbeda dengan mereka. Menurut, hasil penelitian Pusat Study Agama dan Demokrasi (Pusad) Paramadina. Sejak tahun 1990 sampai dengan 2008 tercatat ada 274 kasus kekerasan yang terjadi di Indonesia. Dari jumlah kasus ini, 47,8 persen-nya dilakukan masyarakat sebagai pelaku kekerasan agama; 10,6 persen pelaku kekerasan dari kelompok agama; dan sisanya berupa kasus-kasus lain. Data di atas telah menunjukkan, jiwa nasionalisme di bangsa ini semakin pudar. Hal ini ditandai atas sikap anti perbedaan, yang ditunjukkan secara vulgar dan sangat ekstrim. Apalagi, sejak runtuhnya rezim orde baru, dan Indonesia menganut sistem demokrasi, maka mereka lebih leluasa berlaku sesuka hati dan bertindak tanpa nurani. Kebrutalan mereka memuncak pada keberadaan Ideologi Pancasila sebagai alat pemer...

Pengusaha Muda Dengan Es Bidadarinya Di Kota Jambi

Gambar
Memasuki Era Globalisasi dengan hadirnya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) telah menunjukan bahwa Pengusaha Indonesia harus siap menghadapi Perubahan Ekonomi. Masuknya Produk dan SDM dari Negara Tetangga dapat dikatakan bahwa Pengusaha Indonesia harus Mampu bersaing dengan menunjukan Kreatif dan Inovasi secara terus-menerus. Banyak pengusaha – pengusaha muda yang terlibat dalam membangun ekonomi kreatif seperti di Kota Jambi. Saat ini Usaha kuliner yang menjadi Trend Anak Muda di Kota Jambi adalah ES BIDADARI. Berawal dari sebuah Gerobak, sekarang mampu memiliki 2 cabang dengan Kios sendiri. Kios Es Bidadari yang beralamatkan Taman Remaja Kota Jambi memiliki 12 Karyawan dengan membuka Warung dari Jam 8 Pagi hingga 10 malam. Pemilik Usaha Es Bidadari yaitu Doni Setiawan (29) Tahun 2014 memulai dengan Es Bidadarinya mampu memberikan udara segar bagi Pengusaha Muda lainnya. “Walaupun nama Brand Es Bidadari sedikit aneh, Tetapi di mata Konsumen Brand tersebut UNIK”, ungkap Peng...

Lebih Kenal dan Lebih Dekat Terhadap Perilaku Konsumen

Gambar
Sudah menjadi Trend Bagi Pengusaha atau Marketer di Indonesia ketika efektifitas, efesiensi, dan sangat relevan untuk melihat Perkembangan Teknologi yang menjadi Marketing Modern di dalam mempromosikan Produk dan Jasa. Dalam perkembangannya Pengusaha dan Marketer memasarkan Produk atau jasa melalui Social Media atau komunikasi modern seperti Via Viral, youtube, dll. Tujuannya ialah agar lebih dekat dalam mengenalkan Brand kepada Konsumen. Konsumen merupakan Asset penting bagi perusahaan, maka dalam memulai usaha baru atau usaha yang sedang berjalan perlu melihat Perkembangan Perilaku Konsumen saat ini, karena Pengusaha atau Marketer perlu memperhatikan bahwa pendekatan terhadap Konsumen sebagai bagian terpenting di dalam Usaha. Beberapa Pendekatan yang menjadi masukan bagi Pengusaha atau Marketer untuk melihat segmentasi yaitu Kekuatan Komunitas (MarkPlus), seperti : 1.      Anak Muda (Youth): Pendekatan melalui Conten Marketing In Action Anak muda se...

Suaramu, Rahmat Perubahan

Gambar
Jangan hanya diam,  Jangan hanya pandai improvisasi,  Jangan hanya sebatas menonjolkan eksistensi, Jangan hanya sebatas paham soal penindasan, Jika suaramu masih dibungkam oleh puja-puji dan dipenjara oleh rupiah.  Saatnya telah tiba,  Suaramu mesti diiklaskan tuk kaum terpinggir, Suaramu mesti memiliki kasih,  Suaramu mesti berpihak tuk kaum marjinal,  Suaramu mesti tak menilai perbedaan,  Karena suaramu, RAHMAT perubahan.

Soekarno, Bapak Bangsaku

Gambar
Suaranya, menggelegar, membakar takut, menenangkan keraguan, meyakinkan pasti, menetapkan  teguh, menghentak-hentak hasrat, tuk menatap masa depan terang penuh sukacita. Pesannya, menyibak rasa gundah, menyibak rasa dengki, menyibak rasa kapitalis, menyibak rasa imprealis, menyibak rasa liberalis, tuk membangun bangsa penuh rasa sosial ketimuran. Semangatnya, melekat rindu pada ibu pertiwi, jiwanya menyimpan harap yang kuat. Akhirnya, diasingkan dari rakyatnya, dirusak arah pikirnya, dikurung laksana penjahat, dibiarkan bersimbah nanah, oh bapa bangsaku. Sakitnya, menghantarnya ke firdaus. Perginya, menghayat perih, meluluh-lantahkan rasa, teteskan darah bola mata meyemai pelosok ibu pertiwi. Lalu, jiwanya, pikirannya, hidup merasuk dan mengaliri setiap inci tubuh. Padanya, tunduk hormat jasanya, tunduk hormat pengabdiannya yang luhur, mulia nan suci.