Partisipaai Kaum Muda Dalam Menjawab Krisis Kepemimpinan Nasional
Partisipasi atau kontribusi kaum muda dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, berbangsa dan bertanah air, tidak dapat diragukan lagi. Hal ini dibuktikan dengan keterlibatan pemuda dalam memperjuangkan kemerdekaan Bangsa Indonesia, mengawal proses pembangunan dan demokrasi di Indonesia, serta terlibat dalam menentukan kepemimpinan nasional dengan turut serta memberikan haknya dalam pemilihan umum. Pada tahun 1925 para pemuda yang terhimpun dalam perhimpunan Indonesia di negeri Belanda, telah melahirkan manifesto politik yang intinya menegaskan prinsip perjuangan; Persatuan (unity), Kesetaraan (equality) dan Kemerdekaan (liberty). Kongres Pemuda II pada 28 0ktober 1928 menjadi momentum lanjutan dari artikulasi politik kaum muda yang luar biasa, dengan selogan yang terkenal yaitu “satu Nusa, satu Bangsa, satu Bahasa yakni bahasa Indonesia. Momentum ini melahirkan konsolidasi kekuatan politik pemuda, untuk sama-sama memberikan kontribusi nyata bagi bangsa da...