Kepemimpinan Kaum Muda Dalam Menjawab Krisis Kepemimpinan Nasional
“Kita sedang mengalami
krisis kepemimpinan nasional” – sebuah frase yang kerap meluncur begitu saja
dari mulut banyak orang dari berbagai kalangan, entah itu para akademisi, para
politisi, para ekonom, para
pengamat, dan tentu tak ketinggalan para aktivisis muda mahasiswa yang memang
bertendensi melihat sisi lemah seorang pemimpin ketimbang sisi positifnya. Pada
posisi itu, PMKRI sepakat bahwa memang kita sedang mengalami krisis
kepemimpinan nasional.
Setidaknya ada beberapa
indikator sebagai alat ukur penunjuk krisis kepemimpinan nasional saat ini. Pertama, tata kelola pemerintahan yang buruk.
Hal itu terlihat dari korupsi yang menggurita pada setiap level pemerintahan
dari tingkat pusat hingga daerah, baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif; Kedua, manajemen perekonomian nasional yang
tidak berpihak pada bangsa. Kekayaan sumber daya alam Indonesia hanya dinikmati
oleh korporasi asing. Bangsa Indonesia hanya menikmati sisanya dan tentu saja
berujung pada kemiskinan. Selain dua indikator di atas, terdapat banyak
indicator lain yang menunjukkan bahwa betapa kepemimpinan nasional Indonesia
lemah. Lalu apa yang harus dilakukan oleh kaum muda?
Dalam kondisi itu,
kepemimpinan kaum muda seharusnya menjadi jawaban atas krisis kepemimpinan
nasional tersebut. Seperti apakah kepemimpinan kaum muda yang diharapkan?
Itulah yang menjadi pokok dari materi ini. Harus diakui bahwa krisis kepimpinan
nasional saat ini juga menjadi bagian dari ketidaksiapan (kegagalan?) kaum muda
dalam menciptakan para pemimpin yang siap melayani bangsa dan negaranya. Kini
saatnya kemepimpinan kaum muda menjadi solusi atas permasalahan bangsa dan
menjawab krisis kepemimpinan nasional.
Komentar
Posting Komentar