Membangun Pemahaman Politik Masyarakat Indonesia



Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tidak bisa dipisahkan dari politik. Dalam negara-negara demokrasi politik merupakan bagian utama mencapai  tujuan yang dicita-citakan, baik individu ataupun golongan. Maka dari itu politik sangatlah penting. Lebih lanjut, Politik berasal dari bahasa Yunani yaitu “Polities” yang berarti “Warga Negara”, kemudian berkembang menjadi “Politikos”  yang berarti Kewarganegaraan” dan “Politike” yang berarti “Kemahiran Politik”.

Pengertian Politik
Menurut Aristoteles politik adalah usaha yang ditempuh warga Negara untuk mewujudkan kebaikan bersama. Sedangkan menurut Prof Miriam Budiarjo ilmu politik adalah bermacam- macam kegiatan dalam suatu sistim politik (negara) yang menyangkut menentukan tujuan- tujuan dari sistim itu dan melaksanakan tujuan- tujuan itu. Menurut Seely dan Stephen leacock, ilmu politik adalah ilmu yang serasi dalam menanggani pemerintahan.
Dan menurut Johan Kaspar Bluntschli dalam buku The Teory of the State: “Ilmu Politik adalah ilmu yang memerhatikan masalah kenegaraan, dengan memperjuangkan pengertian dan pemahaman tentang negara dan keadaannya, sifat-sifat dasarnya, dalam berbagai bentuk atau manifestasi pembangunannya.” (The science which is concerned with the state, which endeavor to understand and comprehend the state in its conditions, in its essentials nature, in various forms or manifestations its development).
Inti pokok dari pengertian politik merujuk pada usaha setiap orang dalam memperjuangkan hak dengan tetap memperhatikan batasan-batasan atau nilai-nilai kehidupan kultur dan budaya yang hidup berdasarkan wilayah atau daerah dimana individu itu hidup.

Penguatan Politik Masyarakat
Sebagaimana pengertian politik yang sudah dijelasakan diatas ada beberapa poin yang mesti diperhatikan, yakni mengenai etika setiap orang yang terlibat dalam berbagai kegiatan politik. Seperti misalnya Indonesia yang juga menganut sistem demokrasi. Dimana dengan sendirinya politik menjadi kesatuan integral yang tidak apat dipisahkan dengan demokrasi. Sebab setiap aktivitas demokrasi, membutuhkan politik. Karena politik sebagai alat yang digunakan demi mencapai tujuan demokrasi. Sehingga, setiap kali pesta demokrasi, black campain, money politic tidak lagi dikedepankan. Tetapi lebih gentelman, artinya menggunakan cara-cara halal, sesuai dengan roh politik itu sendiri. Jika etika politik terus dilanggar, maka mewujudkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan UUD45 semakin sulit.
Sudah saatnya masyarakat disadarkan oleh para penyelenggara negara, melalui sosialisasi secara continue, agar tidak terpengaruh ketika terjadi konflik politik pada saat PILEG, PILKADA dan PILPRES. Karena ujung-ujungnya masyarakat selalu dijadikan tumbal atau korban dari kepentingan para elite politik. Masyarakat harus diberikan pemahaman, guna memilih eksekutif dan legislatif, yang memiliki visi dan misi kerakyatan, bukan berdasarkan suku, agama, ras dan yang paling utama uang.
Untuk itu, peranan tidak hanya diberikan kepada penyelenggara negara (pemerintah), tetapi juga partai politik, kelompok cendikiawan, mahasiswa, media pers dan LSM/NGO. Dengan itu penerapan politik dapat diberikan kepada masyarakat secara koperhensif. Dan Indonesia yang adil, damai dan sejahtera dapat  terwujud, sebagaimana cita-cita para pendiri bangsa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengusaha Muda Dengan Es Bidadarinya Di Kota Jambi

Langkah-Langkah Dalam Pembuatan Gugatan

Leonardo DiCaprio Liburan Di Aceh Melihat Langsung Perilaku Orang Utan Sumatera