Kemarau nya Telah Pergi


Teriknya begitu menusuk sumsum,
Air berbau menetes di wajah,
Harap cemas menanti awan berubah hitam,
Memberi secercah harapan yang tak kunjung datang.

Tiba-tiba, terdengar dentuman keras di langit, memantulkan cahaya yang saling berperang.
Harap terkabul, warna awan perlahan-lahan berubah hitam pekat, menutup matahari yang sombong.

Butiran harapan satu demi satu, seribu hingga sejuta butiran itu membasahi tanah,
Kemarau yang menjajah bumi selama waktu ini, lari ketakutan tanpa meninggalkan jejak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengusaha Muda Dengan Es Bidadarinya Di Kota Jambi

Langkah-Langkah Dalam Pembuatan Gugatan

Leonardo DiCaprio Liburan Di Aceh Melihat Langsung Perilaku Orang Utan Sumatera