Pemerintah Harus Segera Memberi Keadilan Bagi Jasa Transportasi Konvensional maupun Online
![]() |
| Sumber foto: Liputan6 |
Sangat disayangkan perilaku anarkis dilakukan oleh para masa aksi sopir taxi, bajaj VS Uber, Grab dan Go-jek, Selasa 22 Maret 2016. Awalnya menuntut keadilan, namun mempertontonkan perilaku anarkis yang berujung pada menurunnya rasa empati masyarakat.
Seperti tulisan saya sebelumnya (postpopulis.blogspot.co.id/2016/03/sopir-taksi-blue-bird-ekspres-dan-bajaj.html?m=0), mendorong pemerintah agar secepatnya memberikan keadilan yang saling menguntungkan. Agar sopir taxi dan bajaj tidak merasa ada perlakuan khusus terhadap para pelaku jasa tranportasi online seperti Uber, Grab dan Go-jek. Yang mana telah menurunkan pendapatan mereka.
Menyoal anarkisme hingga jatuh nya korban di kedua belah pihak, memang tidak dapat dihindari, hingga saling melakukan swiping sebagai bentuk balas dendam dan memberi kesan buruk di kedua belah pihak.
Pemerintah tidak boleh diam dan terkesan membiarkan. Sudah seharusnya merespon hal tersebut sehingga tidak terjadi konflik horizontal dan mengorbankan para pengguna jasa transportasi yang selama aksi massa berlangsung, mereka tidak dapat melakukan aktifitas secara lancar dan damai.
Masyarakat menunggu respon pemerintah, dalam bentuk kebijakan yang memberikan win-win solution kepada para pelaku jasa transportasi baik konvensional maupun online.

memberikan keadilan yang sama adalah kepada rakyat merup0akan tugas mulia pemerintah
BalasHapusKeadilan itu hak segala bangsa
BalasHapusYa betul non, kalau tidak segera, maka akan terjadi konflik horizontal.
HapusYa betul non, kalau tidak segera, maka akan terjadi konflik horizontal.
HapusYa betul pemerintah tdk boleh tunggu lama itu
BalasHapusYa betul pemerintah tdk boleh tunggu lama itu
BalasHapus