CATAT!!! Indonesia Itu bukan Negara Suku, Agama dan Ras
Apa salahnya jika kita berbeda?
Apakah kita tidak boleh berbeda? Siapa yang melarang kita berbeda? Siapa yang
salah jika kita berbeda? Pertanyaan-pertanyaan ini muncul tatkala perilaku
diskriminasi hak hingga tindakan kriminalisasi terhadap mereka yang berbeda suku, agama dan ras menjadi topik serius di bangsa ini.
Hal tersebut, mengundang reaksi ketidaknyamanan bagi mereka yang dianggap kelompok non-dominasi, bagaimana tidak perilaku diskiriminasi diberikan oleh kaum dominasi berimbas pada hilangnya kebebasan dalam berekspresi, apalagi Indonesia telah menganut sistem demokrasi, dimana semua rakyat Indonesia mendapatkan ruang yang sama sebagai warga negara.
Sehingga, kita mesti disadarkan, agar kesadaran sosial kita yang dimatikan oleh iri hati, fanatisme
dan kepentingan kelompok dapat tersadarkan, bahwa kita memang berbeda.
Sangat disayangkan bila otot
dikalahkan oleh akal sehat. Dan pikiran sempit merusak tatanan kehidupan manusia
lain. Karena tidak ada tempat untuk mengadu dan menuntut serta mempertanyakan
langsung kepada sang pembuat manusia, mengapa kita berbeda secara suku, agama,
ras dan antar golongan.
Maka, tidak selayaknya mereka
yang dianggap kelompok minoritas ditindas dan dikucilkan eksistensinya di muka
bumi ini. Apabila terjadi hal demikian, artinya kita sedang melanjutkan peradaban
hukum rimba, memangsa mereka yang lemah.
Jika, kita melarang adanya
kelompok lain yang berbeda, maka sebaiknya kita tinggal di hutan belantara.
Indonesia itu negara pluralisme semua
suku, agama dan ras, tinggal secara berdampingan. Pengakuan atas semua
keberagaman suku, agama dan ras bukan inisiatif generasi saat ini, namun
merupakan sebuah warisan para pendiri bangsa melalui ideologi Pancasila.
Jadi, tidak sepantasnya, ada oknum
yang merasa paling benar dan suci, ingin merusak warisan yang begitu mulia itu.
Apalagi sampai menghujatnya dan menganggap orang asli atau suku yang hidup
sudah bertahun-tahun di Indonesia sebagai pendatang. Inilah yang sering kita
namakan sesat pikir.
Untuk diingat, indonesia ini
lahir dari budaya dan adat-istiadatnya bukan suku, agama dan ras. Jika ada
yang berbicara atas nama suku, agama dan ras, segera pergi dari republik
ini, atau tinggal saja di hutan, karena orang-orang demikian layak menjadi
binatang penghuni rimba.
Budaya dan adat istiadat bangsa
ini adalah ketimuran, yang mana nilai solidaritas sosialnya sangat tinggi,
saling tenggang rasa dan gotong royong. Jangan sampai dirusak oleh oknum-oknum
yang tidak sadar dan tahu diri dari mana mereka berasal.
Pemerintah harus menindak tegas oknum-oknum tersebut,
karena indonesia masih ada sampai saat ini, semuanya karena perbedaan itu
disatukan oleh ideologi Pancasila, bukan berdasarkan suku, agama dan ras kelompok tertentu.

Komentar
Posting Komentar