Soekarno, Bapak Bangsaku
Suaranya, menggelegar, membakar
takut, menenangkan keraguan, meyakinkan pasti, menetapkan teguh, menghentak-hentak
hasrat, tuk menatap masa depan terang penuh sukacita.
Pesannya, menyibak rasa gundah,
menyibak rasa dengki, menyibak rasa kapitalis, menyibak rasa imprealis, menyibak
rasa liberalis, tuk membangun bangsa penuh rasa sosial ketimuran.
Semangatnya, melekat rindu pada
ibu pertiwi, jiwanya menyimpan harap yang kuat.
Akhirnya, diasingkan dari
rakyatnya, dirusak arah pikirnya, dikurung laksana penjahat, dibiarkan
bersimbah nanah, oh bapa bangsaku.
Sakitnya, menghantarnya ke firdaus.
Perginya, menghayat perih,
meluluh-lantahkan rasa, teteskan darah bola mata meyemai pelosok ibu pertiwi.
Lalu, jiwanya, pikirannya, hidup
merasuk dan mengaliri setiap inci tubuh.
Padanya, tunduk hormat jasanya,
tunduk hormat pengabdiannya yang luhur, mulia nan suci.

Komentar
Posting Komentar